Selasa, 14 Mei 2013

Analisis Mengenai Perilaku Konsumen Pada Segmentasi Produk dan Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk

Analisis Mengenai Perilaku Konsumen Pada Segmentasi Produk


Perilaku konsumen digunakan untuk mempelajari bagaimana individu, kelompok, organisasi memilih, menggunakan, membuang barang, jasa, ide, pengalaman untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Dalam perilaku konsumen sering memberikan gambaran untuk pengembangan produk, menentukan harga, saluran distribusi, pesan dan elemen bauran pemasaran lainnya. Untuk menjelaskan perilaku konsumen pelu dibangun analisis yang memadai. Model yang paling mendasar pada arus proses perilaku konsumen ini sering dikenal dengan model rangsang-tanggapan (stimulus-respons model). Stimulan merupakan masukan proses perilaku dibedakan atas rangsangan pemasaran dari perusahaan dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu sendiri, sedangkan proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh beberapa factor Personal maupun Sosial konsumen. Factor personal itu sendiri meliputi motivasi, persepsi, pemahaman, kepercayaan, sikap dan kepribadian seseorang dan factor social meliputi aspek kultur, subkultur, klas social, kelompok referensi, keluarga, serta peran dan status seseorang dalam kehidupan kelompok.

Dalam mempelajari perilaku konsumen harus menganalisis beberapa segmentasi produk. Segmentasi produk sendiri adalah proses membagi-bagi produk yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok produk yang sekarang berperilaku lebih seragam. Secara umum tujuan dari segmentasi produk adalah untuk memperoleh bagian-bagian produk yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam. Basis segmentasi produk untuk yang paling umum dapat digunakan adalah aspek geografis, demografis, psikografis dan perilaku.

1.Geografis
Meliputi region, ukuran kota, tingkat kepadatan, pemukiman dan iklim

2. Demografis
Meliputi umur, ukuran keluarga, jenis kelamin, pemdapatan, pendidikan, agama, kelas social dan lain-lain

3. Psikografis
Meliputi gaya hidup, kepribadian, sikap dan persepsi

4. Perilaku
Meliputi peristiwa, keuntungan, tingkat loyalitas, tahap kesiapan pembeli, sikap terhadap produk itu sendiri

Kenapa segmentasi produk diperlukan? karena perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Program pemasaran dapat lebih diarahkan sesuai dengan perilaku dan kebutuhan masing-masing segmen pasar. Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat seragam, perusahaan dapat memiliki satu atau beberapa segmen pasar saja sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan segmen-segmen pasar yang terbentuk.

Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk


Konsumen atau pelanggan merupakan aset yang tidak bisa ternilai bagi sebuah usaha produk atau jasa. Hal ini disebabkan adanya konsumen sebagai pihak yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan oleh jenis usaha produk atau jasa tersebut. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, perusahaan harus menciptakan dan mengelola suatu system untuk memperoleh konsumen/pelanggan yang lebih banyak dan kemampuan untuk mempertahankan pelanggannya. Agar produknya disenangi oleh konsumen maka produk yang dihasilkan harus maksimal dalam proses produksinya dan dibuat semenarik mungkin dalam pengemasannya.
Metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen dapat dengan cara :
  •  Pengukuran dapat dilakukan secara langsung dengan pertanyaan.
  • Responden diberi pertanyaan mengenai seberapa besar mereka mengharapkan suatu atribut tertentu dan seberapa besar yang dirasakan.
  • Responden diminta untuk menuliskan masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta untuk menuliskan masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta untuk menuliskan perbaikan yang mereka sarankan.
  • Responden dapat diminta untuk meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen dan seberapa baik kinerja perusahan dalam masing-masing elemen.
Faktor- faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap produk:
  • Manfaat/khasiat yang didapat dari mengkonsumsi  produk tersebut.
  • Mudah didapat
  • Harga yang relatif terjangkau untuk semua kalangan
  • Rasa/varian yang disukai banyak orang pada umumnya


Peran Komunikasi Di Dalam Organisasi


Sebelum membahas perannya, terlebih dahulu kita mencari tahu, apa sebenarnya pengertian dari komunikasi dan organisasi.
Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berupa lisan (berbicara langsung dihadapan orang) maupun tulisan (ditulis dalam surat).

Pengertian Organisasi.

Organisasi adalah perkumpulan orang-orang yang bersatu dan saling bekerja sama untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. Organisasi terdiri dari organisasi formal dan non formal

Sebuah organisasi akan bubar karena ketiadaan komunikasi. Coba bayangkan jika komunikasi tidak ada dalam organisasi. Para karyawan tidak akan tahu apa yang akan dikakukannya dan apa yang dikerjakan rekannya. Pemimpin tidak bisa memberikan instruksi dan menerima masukan dari bawahannya. Koordinasi tidak berjalan, kerja sama tidak terjadi, masing-masing orang tidak dapat mengkomunikasikan perasaannya, kebutuhannya, masalah yang dihadapinya dalam pekerjaan kepada rekannya/ timnya, suvervisornya atau kepada pimpinannya.

Sesuai dengan pernyataan di atas, komunikasi memang memiliki peranan yang sangat penting dan utama dalam menjalankan sebuah organisasi. Karena tanpa komunikasi yang baik, organisasi tidak akan bisa berjalan dengan baik. Peranan-peranan komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

  •     Untuk menyalurkan informasi dari pemimpin kepada anggota organisasi .
  •     Penyemangat dan motivasi dari pemimpin kepada anggota organisasi.
  •     Pemberi keputusan, pekerjaan apa yang harus diambil.
  •     Penerangan dan penjelasan kepada para anggota.
  •     Penghubung keakraban antara pemimpin dengan anggota.
  •     Penentu kebijaksanaan.
  •     Perumusan masalah.
  •     Pengungkapan emosional (perasaan).
  •     Pengontrol kerja anggota organisasi.
  •     Pemberian instruksi

Senin, 22 April 2013

Contoh Kasus Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

BBM NAIK = BBM LANGKA = RAKYAT MENJERIT.


Di berbagai daerah di Indonesia saat ini, sudah mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang berencana akan menaikkan harga BBM dalam waktu yang dekat. Pemerintah menghimbau para aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di setiap area SPBU agar tidak terjadinya kelangkaan BBM yang akan merugikan rakyat. Sudah banyak kasus yang ditemukan di berbagai daerah, bahwa BBM dijadikan objek untuk menguras keuntungan oleh berbagai pihak yang "nakal". Contohnya dari beberapa penjual BBM eceran yang menjual dengan harga tinggi. Ini tentu saja sangat mencekik rakyat kecil.

Menurut Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan, "Kenaikan BBM harus dilakukan pemerintah dan tidak ada pilihan lain karena defisit akan mengancam APBN kalau tidak dilakukan." Gubernur menjelaskan, subsidi BBM yang akan dilakukan pemerintah dengan prediksi Rp190 triliun, ternyata mengalami kenaikan hingga Rp300 triliun. "Sehingga apabila kenaikan BBM tidak dilakukan maka defisit akan melanda APBN kita," katanya.

Ia mengatakan masyarakat mesti memahami posisi pemerintah dalam mengambil kebijakan menaikkan harga BBM. Bila harga BBM tidak dinaikkan, negara dalam kondisi terancam akibat beban belanja APBN yang berat. "Meski akan ada demo, itu akan dipahami, tetapi bagaimanapun kenaikan BBM sudah melalui kajian sehingga harus dilaksanakan," katanya. Ia mengatakan kenaikan harga sembako dan tarif transportasi akan terjadi terkait dengan rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah. "Namun, demi penyelamatan bangsa, hal itu harus dilakukan," katanya.

KOMENTAR:
BBM tentu saja tidak akan dikorbankan untuk naik, jikalau pemerintah itu sendiri tidak membelanjakan uang APBN untuk hal-hal yang sangat tidak penting. Misalnya yang baru-baru ini terjadi, RENOVASI TOILET DI GEDUNG DPR. Yang kononnya menghabiskan uang ratusan juta. Sungguh miris. Seharusnya pemerintah lebih peka dengan rakyat, tidak egois dengan diri mereka sendiri.

Fakta terselubung di balik langkanya BBM.

Berdasarkan sebuah forum yang saya dapat, ada berbagai hal yang belum kita ketahui tentang di balik fakta langkanya BBM. Tentu saja fakta-fakta ini membuat kita miris karena pemerintah seolah-olah tidak mementingkan kesejahteraan rakyat dan tidak memperketat pengamanan pada BBM.

Tahukah kalian, kalau BBM bersifat volatil dan Pertamina menerapkan toleransi kehilangan BBM saat distribusi? Pertamina menerapkan toleransi 30% volume BBM yang hilang akibat penguapan. Sehingga minimal ada 70% yang berhasil di distribusi. Jika ada Kendaraan (tangker) yang membawa BBM kurang dari 70% dari volume awal sebelum distribusi, kendaraan itu akan diselidiki. Pada kenyataannya,sebagian besar kendaraan yang membawa BBM hanya berhasil membawa BBM sekitar 70%an dari volume awal. Sebenarnya kehilangan BBM hingga 30% itu tidak disebabkan oleh penguapan. Tetapi disebabkan oleh adanya BBM sengaja "diambil". Orang-orang pertamina tidak dapat mengetahui, kehilangan BBM sebesar itu disebabkan oleh penguapan atau gara-gara diambil orang. 

Lebih lagi, seringkali pertamina mendapatkan distributor yang bukan pertamina yang ingin ikut mendistribusikan BBM. Distribusi BBM oleh pihak lain ini, kebanyakan merupakan kapal tanker dengan kapasitas besar. Banyak orang yang menyewa kapal untuk dijadikan tanker minyak. Mereka ingin mengambil 30% dari BBM yang mereka distribusikan! Bayangkan jika satu kapal tanker memuat 1 juta liter BBM, satu pihak bisa mengambil 300 ribu liter secara gratis! BBM yang diambil itu kemana? Ya.. BBM tersebut bisa diselundupkan atau digunakan untuk diri sendiri. Itulah mengapa BBM langka. Distribusi BBM yang seharusnya berjalan 100%, hanya berhasil didistribusi sebanyak 70%. Hal ini berlangsung bertahun-tahun. 

Dan itulah mengapa distribusi BBM bermasalah sehingga BBM langka. Langka selain karena korupsi.
 
SUMBER:

Minggu, 07 April 2013

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu proses dimana pimpinan atau pemimpin dapat mempengaruhi bawahannya atau orang lain, agar bawahan atau orang lain tersebut mau melakukan apa yang diinginkan oleh pimpinan/pemimpin tersebut. Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh pimpinan/pemimpin dalam mempengaruhi bawahan/orang lain, agar tercapai apa yang diinginkan.
 Menurut Blake dan Mouton, ada empat gaya kepemimpinan yang dikelompokkan sebagai gaya yang ekstrim, sedangkan lainnya hanya satu gaya yang dikatakan ditengah-tengah gaya ekstrims tersebut. Gaya kepemimpinan dalam managerial gris itu antara lain sebagai berikut:
  • Manager sedikit sekali usahanya untuk memikirkan orang-orang yang bekerja dengan dirinya, dan produksinya yang seharusnya dihasilkan oleh organisasinya. Dalam menjalankan tugas manager dalam gris ini menganggap dirinya sebagai perantara yang hanya mengkominikasikan informasi dari atasan lepada bawahan.
  • Manager mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi untuk memikirkan baik produksinya maupun orang-orang yang bekerja dengannya. Dia mencoba merencanakan semua usaha-usahanya dengan senantiasa memikirkan dedikasinya pada produksi dan nasib orang-orang yang bekerja dalam organisasinya. Manager yang termasuk gris ini dapat dikatakan sebagai “manager tim” yang riel (the real team manager). Dia mampu untuk memadukan kebutuhan-kebutuhan produksi dengan kebutuhan=kebutuhan orang-orang di organisasinya.
  • Ini gaya kepemimpinan dari manager, ahíla mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi untuk selalu memikirkan orang-orang yang bekerja dalam organisasinya. Tetapi pemikirannya mengenai produksi rendah. Manager semacam ini sering dinamakan pemimpin club (the Country club management), Manajer ini berusaha menciptakan suasana lingkungan yang semua orang bias bekerja rilek, bersahabat, dan bahagia bekerja dalam organisasinya. Dalam suasana seperti ini tidak ada satu orang pun yangmau memikirkan tentang usaha-usaha koordinasi guna mencapai tujuan organisasi.
  • Ini kadangkala manajer disebut sebagai manajer yang menjalankan tugas secara otokratis (autocratictask managers). Manager semacam ini hanya mau memikirkan tentang usaha peningkatan efisiensi pelaksanaan kerja, tidak mempunyai atau hanya sedikit rasa tanggung jawabnya pada orang-orang yang bekerja dalam organisasinya.dan lebih dari itu gaya kepemimpinannya lebih menonjolkan otokratisnya.
  • Dalam hal ini manager mempunyai pemikiran yang médium baik pada produksi maupun pada orang-orang. Dia berusaha mencoba menciptakan danmembina moral orang-orang yang bekerja dalam organisasi yang di pimpinnya, dan produksi dalam tingkat yang memadai, tidak terlampau mencolok. Dia tidak menciptakan target terlampau tinggi sehingga sulit dicapai, dan berbaik hati mendorong orang-orang untuk bekerja lebih baik.

    SUMBER:
    http://blackice89.blogspot.com/2007/12/5-gaya-kepemimpinan-robert-r-blake-dan.html
=================================================================
Berdasarkan teori mengenai kepemimpinan dan gaya kepemimpinan di atas, setiap orang pasti menginginkan pemimpin yang baik untuk mereka. Karena, tanpa pemimpin yang baik, maka organisasi atau usaha akan kacau balau dan terlantar. Oleh karena itu, tiap pemimpin harusnya memiliki sifat dan perilaku yang mencerminkan kepemimpinan. 

Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang kerjanya hanya mengandalkan bawahannya saja, namun justru sebaliknya. Pemimpin yang baik adalah yang mampu menjadi andalan bagi bawahannya. Misalnya memberi contoh yang baik untuk bawahannya. Pemimpin juga harus selalu memantau situasi lapangan. Untuk mengetahui lingkungan kerja para bawahannya.  

Sifat-sifat gaya kepimpinan yang saya inginkan dari seorang manager atau atasan adalah:
  • Amanah dan Jujur:
  • Tegas
  • Terbuka
  • Adil
  • Peduli dengan bawahannya
  • Responsif
  • Mau menerima masukkan dari bawahannya ataupun dari orang lain(konsumen).
  • Inovatif
  • Kreatif
  • Supel
  • Tidak Individualis
  • Fleksibel
  • Sportif



Perilaku Produsen

Produsen adalah orang atau kelompok yang memproduksi barang yang nantinya akan dijual kepada konsumen. Selain konsumen, produsen juga memiliki perilaku-perilaku yang berbeda. Ada perilaku yang menguntungkan ada juga perilaku yang merugikan.
 
Perilaku yang menguntungkan 
  • Memiliki keahlian pengusaha, berperilaku profesional sehingga mampu menciptakan ha sil produksi yang sesuai dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat 
  • Mampu meningkatkan produksi dengan menentukan komposisi faktor-faktor produksi yang dapat meminimumkan biaya.
  • Berusaha dan mampu memperoleh keuntungan maksimal yang digunakan antara lain untuk meningkatkan dan masyarakat di sekitar perusahaan.
  • Menggunakan keuntungan perusahaan untuk memperluas usaha. 
  • Patuh membayar pajak 
  • Mampu mengolah limbah perusahaan, sehingga tidak menimbulkan pencemaran.

Perilaku yang merugikan
  • Tidak memiliki keahlian pengusaha 
  •  Fungsi-fungsi pengusaha, seperti penerapan fungsi manajemen planning, organizing, actuating and controlling tidak efektif dan terjadi pemborosan.
  • Biaya produksi lebih besar dari hasil penjualan, sehingga perusahaan menderita kerugian
  • Pajak tidak dibayar
  • Perolehan kredit dari bank tidak digunakan untuk menyehatkan perusahaan, tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi.
  • Limbah industri perusahaan mencemari sungai dan udara sekitarnya.
 
SUMBER:
http://blog-byrina.blogspot.com/2012/04/perilaku-produsen.html